Halaman

Rabu, 09 Januari 2013

Resensi Buku “MADRE”


IDENTITAS BUKU
Judul                                   : Madre Kumpulan Cerita
Penulis                               : Dewi Lestari (Dee)
Penyunting                      : Sitok Srengenge
Perancang Sampul     : Fahmi Ilmansyah
Penata Aksara               : Irevitari
Penerbit                            : Bentang Pustaka
Cetakan                             : Cetakan Kedua, Agustus 2011
Tebal Buku                       : xiv + 162 hlm; 20 cm
ISBN                                     : 978-602-8811-49-1

                Perbedaan suku, agama, budaya, kelas sosial, gaya hidup, dan sebagainya yang bersatu dan bahu-membahu mewujudkan kekompakan demi kesejahteraan bersama. Novel yang berisi menekankan pentingnya kreativitas dan dan kerja sama yang dirangkum dalam sebuah novel karya Dewi Lestari yang berjudul “Madre”. Madre adalah sebuah novel yang berisikan kumpulan 13 cerita hasil karya Dewi Lestari (Dee) selama 5 tahun (2006-2011). Berbagai macam cerita yang dikemas menarik dalam novel ini. Membuat para pembacanya menyukai novel tersebut. Namun dari sekian banyaknya cerita yang disajikan dalam novel ini, ada satu yang lebih menarik untuk dibahas yaitu Madre.
                Tansen adalah  seorang pemuda yang di darahnya mengalir darah Tionghoa, India dan Manado. Ia mendapatkan wasiat oleh lelaki yang bernama Tan. Akan tetapi Tansen tidak mengenali siapa itu Tan. Seiring waktu berjalan, dia pun mengetahui ternyata Tan adalah kakeknya. Wasiat yang berisi sebuah kunci itu adalah kunci lemari pendingin yang merupakan tempat dimana Madre disimpan.
                Madre lahir di sebuah toko roti bernama Tan de Bakker, yang tak lain nama pemiliknya “Tan Sin Gie”. Madre adalah bahasa Spanyol yang berarti ibu. Entah mengapa nenek lakshmi  yang menciptakan madre memberikan sebuah nama itu kepada sebuah toples kaca yang berisikan adonan biang roti. Mungkin karena Madre adalah ibu dari segala adonan yang ada di Toko Roti Tan de Bakker. Nenek lakshmi adalah nenek dari Tansen.
                Tansen yang awalnya tinggal di Bali, kini harus merelakan kehidupannya di sana demi memperjuangkan toko roti Tan De Bakker yang telah tutup selama 5 tahun lamanya di sebuah kota yang bernama Jakarta. Ternyata Tan mewariskan Madre ke tangan yang tepat, terbukti dengan beberapa hari Tansen di Jakarta Tan De Bakker seolah muncul lagi dan bangkit dari mati surinya.

“ Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari?
Darah saya mendadak seperempat Tionghoa,
Nenek saya ternyata tukang roti, dan dia,
Bersama kakek yang tidak saya kenal,
Mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu :
Madre”

                Selain “Madre”, masih ada kisah kisah yang sangat menarik yang menceritakan tentang kehidupan nyata seorang Dewi Lestari diantaranya adalah : Rimba Amniotik, Perempuan dan Rahasia, Ingatan tentang Kalian, Have You Ever?, Semangkuk Acar untuk Cinta dan Tuhan, Wajah Telaga, Tanyaku Pada Bambu, 33, Guruji, Percakapan di Sebuah Jempatan, Menunggu Layang-Layang dan Barangkali Cinta.
                Cerita-cerita di dalam buku ini sangat menarik, namun ada beberapa yang kurang logis penceritaannya. Selain itu, sebagian kisah yang diceritakan menggunakan kalimat sastra yang begitu rumit dan berat sehingga lama untuk mengerti maksud dari yang diceritakan tersebut. Selain menggunakan bahasa sastra yang tinggi, buku ini juga hanya berfokus pada judul novel tersebut yaitu ”Madre”. Kebanyakan pembaca hanya membaca cerita yang sesuai judul buku saja dan ternyata terdapat cerita lain selain “Madre”. Jadi pada intinya pembaca hanya fokus pada cerita “Madre” saja.
                Kelebihan dari buku ini adalah penceritaan alur yang sangat mengejutkan, membuat para pembaca bertanya-tanya dan penasaran dengan akhir cerita yang akan tejadi yang akan diceritakan oleh pemilik karya Madre ini. Pemilihan kata yang dipilih oleh Dee pun menambahkan kesan yang mendalam, inspiratif dan menjadi penyemangat tersendiri kepada para pembaca. Di setiap cerita terdapat makna yang sangat mendalam sehingga para pembaca dapat menjiwai sekaligus merasakan apa yang seperti diceritakan.
                Dengan kehadirannya buku ini diharapkan dapat menjadi referensi, semoga bermanfaat bagi seluruh para pembaca. Dan dapat dijadikan pelajaran untuk menjalankan kehidupan di dunia nyata bukan hanya di dalam novel saja. Semoga hal positif yang bisa diambil dari novel ini bisa menjadikan para pembaca menjadi lebih baik untuk kedepannya.
Terima Kasih J temukan kisah Madre dari sudut pandangmu sendiri

1 komentar:

  1. setelah menonton filmnya lumayan bagus,ya meskipun sama pas di awal cerita ada sedikit yang tidak dimengerti

    BalasHapus