Halaman

Sabtu, 16 Oktober 2010

Tugas III Kelompok


Nama Kelompok:
1.   Rini Nurmala Fitri (25210990)
2.  Febriana Puspita Sari (22210688)
3.  Rani Susilawati (25210645)
  Kelas        :1EB02
  Jurusan      :Akuntansi
  Fakultas     :Ekonomi
  Mata Kuliah  :Pengantar Bisnis # (Softskill)
  Nama Dosen   :Ibu Septi Mariani Tis’a R
PENDAHULUAN

Seorang pendatang baru dalam industri yang sudah mapan, Anda harus memiliki keunikan atau kelebihan yang diminati oleh pasar. Tanpa itu, perjuangan Anda menembus pasar akan sangat berat. Karena masyarakat cenderung memilih suatu produk barang atau jasa berdasarkan brand yang telah dikenal reputasi dan citranya demi jaminan kualitas yang ditawarkan.
Penelitian juga menyebutkan kebanyakan perusahaan baru mengalami kegagalan pada tahun-tahun pertama. Tapi, jangan pesimis dulu. Model bisnis waralaba atau franchise bisa menjadi pilihan solusi bagi para wirausaha yang ingin terjun ke pasar namun belum memiliki brand yang layak bersaing di pasaran.
Sistem waralaba dapat menghindarkan dari risiko kegagalan ketika memulai bisnis baru. Karena terwaralaba atau pihak yang menggunakan atau memanfaatkan merk yang sudah dikenal, tinggal menjalankan konsep bisnis yang mapan yang telah dirumuskan oleh pihak pewaralaba (pemilik brand).
Selain itu, sebagai tanggung jawab terhadap reputasi perusahaan, pihak pewaralaba wajib memberikan dukungan penuh diantaranya dalam hal manajemen, teknis, operasional dan standardisasi atau kontrol kualitas (seperti pasokan bahan baku, peralatan, training), pemilihan lokasi, periklanan, pemasaran bahkan promosi. Akan tetapi, perlu dicamkan pula waralaba bukanlah jaminan sukses, melainkan hanyalah seperangkat peralatan untuk sukses. Juga, tidak semua pewaralaba cocok dijadikan mitra yang akan mendukung kemajuan terwaralaba. Begitu juga sebaliknya, tidak semua terwaralaba mampu menjalankan bisnis waralaba sesuai yang diharapkan pemilik brand.
Ketika suatu perusahaan pemilik brand terkenal dihadapkan pada keharusan untuk ekspansi pasar, model bisnis waralaba bisa jadi merupakan pilihan tepat. Selain tidak perlu mengubah struktur manajemen perusahaan, sistem waralaba akan menghemat biaya ekspansi dibandingkan membuka cabang sendiri yang membutuhkan investasi besar.
Dengan waralaba yang dilakukan secara serentak ke berbagai daerah, pewaralaba (pemilik brand) dapat menembus pasar dan menyerap serta melipatgandakan pasar secara cepat, dengan mengalihkan risiko bisnis kepada pihak terwaralaba. Selain itu, dengan memberi kesempatan pada pihak terwaralaba yang telah mengenal baik lingkungan bisnisnya, ide-ide inovatif yang sesuai dengan pasar lokal akan muncul. Dan yang pasti, bisnis waralaba akan menjadi sumber pendapatan rutin bagi pemilik brand yang didapat dari fee dan royalti.
Sedangkan keuntungan yang didapat oleh pihak terwaralaba adalah hematnya biaya persiapan dan awal usaha karena konsep bisnis yang mapan telah dirumuskan oleh pihak pewaralaba. Biaya promosi yang harus dikeluarkan juga sangat minim karena konsumen telah mengenal brand tersebut sehingga tidak perlu bersusah-payah menaikkan citra produk atau jasa yang ditawarkan. Bayangkan dan bandingkan berapa biaya promosi dan marketing yang perlu Anda keluarkan jika harus mempromosikan brand baru dari nol.



FRANCHISING

FRANCHISING adalah suatu persetujuan sisensi menurut hukum antara suatu pabrik (manufacturing) atau perusahaan yang menyelnggarakan dengan penyalur (dealer) untuk melaksanakan usaha. Perusahaan yang memberikan lisensi disebut franchisor dan penyalurnya disebut Franchisee. Administrasi Perusahaan Kecil (APK) mendefinisikan franchising sebagai suatu system dari distribusi dimana suatu perusahaan yang dimiliki oleh seseorang diselenggarakan seolah-olah merupakan bagian dari suatu rangkaian yang besar, lengkap dengan nama produk, merk dagang, dan prosedur penyelenggaraan standar.
 Franchising merupakan suatu bagian dari perusahaan eceran yang sedang tumbuh dengan pesat. Franchising mengambil bagian lebih dari sepertiga  dari jumlah semua penjualan eceran dan sedang tumbuh dengan rata-rata 12 persen pertahun. Franchising merupakan seperdelapan bagi produk nasional bruto (GNP). Ini merupakan suatu cara bagi orang-orang yang mempunyai modal yang terbatas untuk memulai perusahaannya sendiri.
 Franchising adalah praktek menggunakan model bisnis yang sukses perusahaan lain. 'Franchise' Kata adalah derivasi anglo-prancis - dari Franc-artinya bebas, dan digunakan baik sebagai kata benda dan sebagai kata kerja. Untuk pemilik waralaba, waralaba adalah sebuah alternatif untuk 'toko rantai' bangunan untuk mendistribusikan barang dan menghindari investasi dan kewajiban atas rantai. Keberhasilan franchisor adalah keberhasilan dari franchisee. franchisee ini dikatakan memiliki insentif yang lebih besar daripada karyawan langsung karena ia memiliki kepentingan langsung dalam bisnis.
 Namun, kecuali di AS, dan sekarang di Cina (2007) di mana terdapat eksplisit Federal (dan di Amerika Serikat, Negara) meliputi hukum waralaba, sebagian besar dunia mengakui 'waralaba' tetapi jarang membuat ketentuan hukum untuk itu. Hanya Australia, Perancis dan Brasil memiliki undang-undang yang signifikan Pengungkapan tetapi Brazil mengatur waralaba lebih dekat.Bila tidak ada hukum tertentu, waralaba dianggap sebagai sistem distribusi, hukum yang berlaku, dengan merek dagang (sistem franchise) yang tercakup oleh persyaratan tertentu

Contoh yang paling terkenal dari franchising adalah McDonald's, Seven-Eleven, Kantor Pers dan truk es krim adalah contoh dari perusahaan terkenal yang diatur dalam rantai waralaba. Setiap toko dimiliki oleh seorang individu dipekerjakan sebagai biaya dapat menggunakan merek Kantor Pers. Untuk biaya franchisee juga dapat membantu seperti pembelian dan pemasaran.
 Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan penyalur untuk menggunakan nama atau produk jasanya. Franchisor memberikan kepada penyalur setempat suatu daerah yang eksklusif, bimbingan, latihan karyawan baru, dan pengawasan yang berlanjut. Juga diberikan adpertensi nasional, pembekalan dan material.
Dukungan awal dapat meliputi salah satu atau semua dari yang berikut       :
1.      Pemilihan Tempat
2.      Rencana Pembangunan
3.      Pembelian Peralatan
4.      Pola Arus Kerja
5.      Pemilihan karyawan
6.      Adpertensi
7.      Grafik
8.      Bantuan pada acara pembukaan
Pengawasan yang berlanjut dapat meliputi factor-faktor seperti        :
1.      Pencatatan dan akuntansi
2.      Konsultasi
3.      Pemeriksaan dan standar
4.      Promosi
5.      Pengendalian kualitas
6.      Penasihat hokum
7.      Riset
8.      Sumber-sumber material

Franchise menyediakan manajemen pada tingkat local. Asosiasi Franchise Internasional (International Franchise Association) menganggap franchising sebagai suatu hubungan yang berlanjut antara franchisor dan franchisee.Jumlah keseluruhan dari pengetahuan, citra, keberhasilan, pembuatan dan teknik pemasaran dari franchisor diberikan kepada franchisee sebagai suatu pertimbangan. Franchisee hamburger Mc Donald’s adalah suatu contoh yang baik dari suatu penyelenggaraan franchisee yang berhasil. Kunci dari keberhasilan Mc Donald’s adalah pengendalian yang sangat teliti terhadap kualitas dari penyelenggara franchisee para pemeriksa dari franchisor memeriksa secara periodic standar. Mc Donald’s mengembangakan suatu sekolah untuk melatih para manajer dalam “cara Mc Donald’s” untuk mengerjakan segala sesuatu dari membersihkan lantai sampai membuat susu kocok. Sekolah ini disebut Universitas Hamburger.


PERSETUJUAN KONTRAK

            Didalam suatu franchisee, dasar hokum dari penyelenggaraan adalah kontrak antara kedua belah pihak. Namun demikian, perusahaan intuk dapat membatalkan franchisee tersebut bilan franchisee melanggar persyaratan-persyaratan dalam persetujuan itu. Asosiasi Nasional dari Pengusaha Franchisee menghimpun pengaduan-pengaduan dari para franchisee dan menerbitkan suatu daftar petunjuk untuk membuat kontrak-kontrak franchisee. Persyaratan yang terperinci dari kontrak-kontrak franchisee berbeda-beda tetapi secara umum meliputi ketentuan-ketentuan berikut :
 Franchisor setuju untuk           :
1.      Memberikan suatu wilayah penjualan yang berdiri sendiri kepada Franschisee
2.      Menyediakan suatu jumlah tertentu dari latihan dan bantuan manajemen
3.      Memberikan barang-barang dagangan kepada franschisee dengan harga yang bersaing
4.      Memberikan nasihat kepada franschisee tentang lokasi perusahaan dan disalin dari bangunan
5.      Memberikan bantuan financial tertentu atau nasihat financial kepada franschisee

Franchisee setuju untuk          :
1.        Memberikan suatu wilayah penjualan yang berdiri sendiri kepada franchisee.
2.        Menyedikan suatu jumlah tertentu dari latihan dan bantuan manajemen.
3.        Memberikan barang-barang dagangan kepada  franchisee dengan harga yang bersaing.
4.        Memberikan nasihat kepada franchisee tentang lokasi perusahaan dan disain dari
5.        Memberikan bantuan finansil tertentu atau nasihat finansil kepada franchisee.

BEBERAPA KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI FRANCHISING

Seperti setiap perusahaan, franchising mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugian-kerugian. Franchising tidak menjamin keberhasilan. Seperti perusahaan lainnya, keberhasilannya tergantung kepada usaha dan kecakapan dari manajer. Mari kita  lihat beberapa titik khusus mengenai jenis penyelenggaraan eceran ini.

Keuntungan-keuntungan. Salah satu dari keuntungan utama adalah latihan dan pengarahan yang diberikan oleh franshisor. Latihan awal diikuti oleh pengawasan yang  berlanjut. Keuntungan yang kedua ialah bantuan finansil dari franchisor. Biaya permulaan tinggi,dan sumber modal dari pengusaha sering terbatas. Bila propeknya dianggap suatu risiko yang baik,franchisor sering memberikan dukungan finansiil kepada franchisee. Hal ini terutama terjadi pada franchisee seperti penyaluran mobil. Biasanya hal ini tidak berlaku pada makanan siap santap dan perusahaan kecil lainnya. Di samping itu, franchisee mempunyai keuntungan dari penggunaan nama perdagangan,produk atau merek yang telah dikenal. Nama-nama seperti Wendy’s, Perwakilan Walgreen, Dairy Queen, Holiday Inn dan NAPA telah dikenal secara luas. Karena kebanyakan kegagalan perusahaan kecil disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang perusahaan, maka  keuntungan-keuntungan dari suatu franchisee yang baik ini adalah jelas.

Kerugian-kerugian. Program latihan yang dijanjikan oleh beberapa franchisor jauh dari apa yang diinginkan. Perincian setiap hari tenteng penyelenggaraan perusahaan sering diabaikan. Pada ekstrim lainnya, beberapa persetujuan franchise memberikan kepada para franchisee sedikit sekali kebebasan untuk menjalankan akal budi mereka sendiri. Mereka mungkin mendapatkan diri mereka terikat pada suatu kontrak yang melarang mereka untuk membeli baik peralatan maupun perbekalan dari tempat lain. Suatu franchisee jarang mempunyai hak untuk menjual perusahaan kepada pihak ketiga tanpa terlebih dahulu menawarkannya kepada franchisor dengan harga yang sama. Kebanyakan kontrak mengijinkan franchisee untuk menyerahkan hal tersebut kepada seorang angggota dari keluarganya dengan persetujuan dari franchisor. Tetapi anggota keluarga ini harus mempunyai kualifikasi untuk menjadi seorang fanchisee dan harus menyetujui kontrak frachisee tersebut.
Proses membeli franchise adalah sebuah proses yang sangat panjang yang harus dikejar sangat hati-hati. Ada banyak faktor untuk mempertimbangkan, dan banyak langkah untuk mengambil selama proses franchise dilakukan. 5 tahapan berikut akan membantu Anda lebih memahami proses pembelian waralaba.

            1.     Memilih Franchise yang Tepat
Sejauh ini langkah yang paling penting dari proses franchise. Memutuskan untuk membeli franchise sangat sulit karena ada ribuan untuk memilih. Anda harus memilih franchise Anda memiliki minat dalam, atau memilih sebuah industri di mana Anda memiliki pengalaman masa lalu. Selain itu, Anda harus memilih franchise yang tepat bagi Anda secara finansial. Ingat, ini akan menjadi pengalaman yang mengubah hidup, jadi pastikan Anda membuat pilihan yang tepat.
 2. Memutuskan Apa Franchise Anda Mampu
Anda harus ingat untuk mengajukan banyak pertanyaan dan mencari tahu persis apa keseluruhan investasi Anda. Jika franchisor adalah iklan "Investasi awal $ 50.000," ini tidak berarti bahwa jumlah ini adalah semua Anda diminta untuk berinvestasi. Ini $ 50.000 mungkin akan merupakan uang muka Anda dan mungkin merupakan bagian dari biaya waralaba Anda. Ada biaya lain yang terlibat, termasuk biaya waralaba, biaya hukum, biaya membangun-out, perlengkapan dan modal kerja. Dapatkan daftar keseluruhan item yang membentuk total investasi dan pastikan itu adalah sesuatu yang Anda rasa aman.
 3. Langkah-langkah untuk Ambil Setelah Anda Pilih Franchise Anda
Sekali Anda telah memutuskan sebuah franchise yang sesuai gaya hidup Anda dan anggaran, langkah berikutnya adalah untuk menyelidiki perusahaan. Ketika Anda membeli waralaba Anda tidak hanya membeli sebuah sistem tetapi Anda juga di awal hubungan (mudah-mudahan) yang tahan lama. Anda ingin memastikan bahwa itu adalah hubungan yang benar. Luangkan waktu Anda dan menyelidiki perusahaan secara menyeluruh. Bertemu dengan semua eksekutif puncak di perusahaan. Melacak franchisee yang ada pada Anda sendiri dan mengajukan banyak pertanyaan.
4. Menyewa Jaksa Franchise
Siapapun yang mempertimbangkan untuk membeli waralaba harus berkonsultasi dengan pengacara waralaba. Ini akan membantu Anda untuk memastikan Anda mengerti apa yang diharapkan dari Anda dan franchisor. Anda akan melakukan hal ini dengan meninjau semua dokumen waralaba dengan pengacara waralaba Anda. Sangat penting bahwa Anda memahami semua persyaratan dan semua dokumentasi di depan.
            5. Mempersiapkan Rencana Bisnis Anda
Jika Anda meminjam uang untuk membeli franchise Anda, Anda akan memerlukan rencana bisnis. Membuat rencana bisnis tidak hanya akan membantu Anda menerima pembiayaan, juga akan menjadi pedoman Anda untuk sukses. Alasan lain Anda perlu membuat rencana bisnis saat membeli waralaba adalah untuk menetapkan tujuan pribadi Anda. Setiap investasi yang Anda buat harus selalu diteliti, baik pemikiran-out, dan mengikuti struktur tertentu. Membuat rencana bisnis akan membuat Anda di jalur yang benar dan membantu Anda berfokus pada mencapai tujuan Anda.

BASKIN ROBBINS FRANCHISING LUAR NEGERI

SEJARAH BASKIN ROBBINS
Tahun 1917, ketika Irvine "Irv" Robbins dilahirkan di Washington, Amerika Serikat. Irv adalah putra seorang pengusaha susu dan dibesarkan di lingkungan perusahaan keluarga. Di masa mudanya Irvine bekerja membantu ayahnya di toko kecil milik ayahnya.

Dari pengalamannya ini Irv mengamati bahwa pengunjung datang ke restoran tersebut untuk bersantai dan bersenang-senang, tidak seperti orang mengunjungi Apotik atau toko dan yang lainnya. Walaupun kecil, restoran tersebut sangat menyenangkan. Dasar inilah yang dipakai oleh Irv pada waktu ia membuka usahanya sendiri, ungkapannya yang terkenal adalah : "Kita tidak hanya menjual Ice Cream, tapi kita juga menjual suatu kesenangan".
Irv membantu ayahnya memasarkan produk-produknya kepada supermarket ataupun toko-toko dan yang lainnya. Ia memusatkan perhatiannya pada penjualan Ice Cream. Sampai larut malam ia memikirkan strategi pemasaran dan menggambar sendiri tulisan dan gambar yang dipajang di supermarket-supermarket tersebut. Irv berhasil meyakinkan pemajangan tulisan dan gambar untuk menarik perhatian pembeli, namun kerap kali sign yang telah dipasang diturunkan oleh supplier lainnya. Irv menyadari bahwa sukses untuk menjual Ice Cream hanya dapat tercapai jika yang dijual adalah suatu produk yang berkualitas tinggi dan disajikan dalam suatu restoran yang bersih, terang dan dalam suasana yang menyenangkan.
Perang Dunia II pecah, sehingga Irv harus masuk dalam Dinas Militer di California. Pada akhir perang tahun 1945 Irv yang sudah beristeri dan mempunyai seorang bayi, bertekad untuk merealisasikan mimpinya membuka restoran Ice Cream yang didam-idamkannya. Akhirnya secara kebetulan Irv menemukan lokasi yang disewakan di daerah Glandale, California. Di sinilah cikal bakal restoran yang akan berkembang menjadi ribuan restoran Ice Cream di seluruh dunia.
Restoran pertama ini diberi nama "Snowbird" dan dibuka pada tanggal 5 Desember 1945. pada zaman tersebut, orang cenderung menjual Ice Cream adalah dalam jumlah besar, produki massal, untuk dijual ke supermarket. Service tidak diutamakan, demikian pula dengan kualitas, yang penting adalah jumlah (kuantitas) penjualan yang sebesar mungkin. Irv Robbins mengambil keputusan yang radikal dan berani, ia menyajikan restorannya dengan pajangan yang cerah ceria, menekankan kualitas dan pelayanan yang baik. Ternyata konsep ini disukai masyarakat dan usahanya mulai berkembang.
Kaka ipar Irv, yang bernama Burton Baskin, baru kembali dari medan perang dan bermaksud membuka suatu butik pakaian di daerah Beverly Hills. Keluarganya memang sudah berkecimpung di bidang pakaian dan sangat mengandalkan kulaitas dan service yang baik. Setelah berbincang-bincang dengan iparnya, Irv, yang usahanya berkembang baik, Burton Baskin akhirnya memutuskan bergabung dengan iparnya ini.Ayah Irv berpendapat bahwa untuk menjaga hubungan baik antara kedua ipar ini, sebaiknya jangan bekerja sama dahulu sampai semua urusan yang diperlukan untuk penggabungan usaha menjadi jelas. Sambil menunggu penggabungan ini, mereka mempergunakan semua konsep pemasaran dan kualitas/sumber Ice Cream yang sama.
Usaha mereka berkembang. Tahun 1948 mereka sudah mempunyai 6 bua restoran, nsmun mereka justru menyadari bahwa walaupun volume penjualan naik,.Keuntungan mereka menurun.Mereka menyadari bahwa untuk dapat mempertahankan standard kualitas yang tinggi, setiap restoran harus mempunyai pemilik yang benar-benar sayang pada usahanya dan berusaha memajukannya. Mereka memutuskan untuk menjual restoran-restoran tersebut, namun tetap menangani pengembangan produk dan taktik pemasarannya. Mereka membangun restorannya, memberikan semua pengetahuannya, system dan pengirimannya. Tanpa disadari mereka mempelopori system "Franchise" yang pertama di Amerika Serikat, maupun di dunia.
Tahun 1949, lebih dari 40 restoran tersebar di California Selatan. Baskin dan Robbins membeli mesin pembuat Ice Cream mereka yang pertama, sehingga mereka dapat dengan ketat mengawasi pengontrolan kualitas dan bereksperimen dengan resep-resep mereka. Pusat pengolahan Ice Cream ini sekarang menjadi pusat pengolahan Baskin Robbins Ice Cream yang super modern.
Selanjutnya, segalanya berkembang cepat. Baskin Robbins menghubungi biro iklan untuk memasang iklan di Los Angeles Times. Biro iklan ini malah berhasil meyakinkan kedua pendiri tadi untuk menciptakan suatu image yang kuat melalui keseragaman, nama restoran Snowbird dan Burton's diubah menjadi Baskin Robbins 31 Ice Cream.
Logo 31 adalah simbol dari jumlah rasa yang tersedia, satu untuk setiap hari dalam satu bulan. Bola-bola pink dan cokelat melambangkan buah cherry dan rasa cokelat, bulat-bulatan pada dasar berwarna putih melambangkan rasa, kesenangan dan keaslian dari produk mereka.
Lambat laun, restoran mereka berkembang terus di tahun 1950-an. Di tahun 1959, mereka merencanakan perkembangan secara nasional. Mereka mulai mempelajari daerah-daerah lain di luar California dan menghubungi produsen susu di tempat tersebut. Perusahaan-perusahaan tersebut diberikan ijin memproduksi Baskin Robbins Ice Cream sesuai dengan resep dan diperbolehkan mendistribusikannya. Dengan demikian Baskin Robbins berhasil melebarkan sayapnya sampai ke luar Amerika Serikat.
Tahun 1960-an, Baskin Robbins berhasil diakui secara nasional dengan lebih dari 400 restoran di seluruh Amerika Serikat dan sampai hari ini masih terus mengembangkan rasa-rasa Ice Cream yang baru.
Di tahun 1967 Baskin Robbins menjual perusahaan mereka kepada UNITED FRUIT COMPANY. Burton Baskin meninggal pada tahun yang sama dan Irv Robbins melanjutkan dedikasinya pada Baskin Robbins sebagai Direktur utama dari perusahaan tersebut.
Baskin Robbins tetap berkembang sampai tahun 1973 mencapai 2000 restoran. Pada tahun itu perusahaan ini dibeli oleh suatu perusahaan Inggris. J. Lyons, Ltd. Tahun 1974 restoran yang pertama di Tokyo, Jepang dan di Brussel, Belgia di buka.
Tahun 1976 baskin Robbins merayakan ulang tahunnya yang ke 31 secara besar-besaran. Pada tahun yang sama, didirikan pula suatu Training Center baik untuk Nasional maupun Internasional.
Tahun 1978, J. Loyns Ltd. di beli ole Alliend Breweries of London sehingga Baskin Robbins menjadi bagian dari Allied US Holding Inc. Pada tahun yang sama itu Irv mengundurkan diri dari bisnisnya.
Tahun 1981 dan sekali lagi tahun 1983, suatu perusahaan swata yang menyelidiki restoran-restoran menyatakan bahwa Baskin Robbins adalah restoran nomor dua yang popular diantara jaringan restoran di Amerika dan bahkan menduduki tempat pertama untuk kepuasan pelanggan.
Sampai hari ini, Baskin Robbins adalah perusahaan Ice Cream Internasional yang terbesar di dunia. Dengan lebih dari 3500 restoran di seluruh dunia, di 47 negara.
Service (pelayanan) dan quality (kualitas) adalah kunci utama yang dicetuskan oleh Irv Robbins sampai saat ini.
KESIMPULAN
Franchising/Waralaba berarti memulai sebuah perusahaan yang telah memiliki sebuah organisasi siap pakai dan merek mapan dan konsep. Sebagai franchisee, harus memiliki bisnis sendiri, tetapi merupakan bagian dari rantai waralaba.
 Semua franchisor akan memiliki desain yang sama dalam usaha mereka sehingga pelanggan menganggapnya sebagai satu perusahaan. Keuntungan utama waralaba bagi Anda sebagai franchisee adalah bahwa Anda mendapatkan akses ke sebuah konsep bisnis yang sudah terbukti bahwa Anda tahu bekerja. Resiko kegagalan oleh karena itu akan kurang dari jika Anda memulai sesuatu yang baru. Di sisi lain, Anda perlu berinvestasi lebih banyak uang dalam bentuk biaya awal dan biaya layanan yang sedang berlangsung, yang sering merupakan persentase penjualan.
Kerugian lain adalah bahwa Anda biasanya sangat terikat perjanjian dengan franchisor dan bukan dirinya sendiri dapat menentukan signage tersebut dalam harga, toko dan pemasaran.
 Keuntungan dari waralaba donor untuk memungkinkan franchisee mengoperasikan outlet bisnis lokal, bukan satu akan memberikan untuk operasi Anda sendiri adalah bahwa diharapkan manfaat dari komitmen individu dan tekad untuk sukses dengan bisnisnya.
Sumber : 
http://www.ekonomikonsulter.se/franchising.asp
            http://baskin31robbins.multiply.com/journal/item/1
Buku Pengantar Ekonomi Perusahaan
Buku Pengantar Bisnis (Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan) 
oleh Dra. Murti Sumarni dan Drs. John Soeprihanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar